Uji Ketangguhan VW Tiguan Allspace, Penantang CR-V dari Jerman

Uji Ketangguhan VW Tiguan Allspace, Penantang CR-V dari Jerman

Jakarta – 

Diluncurkan perdana di GIIAS 2019 lalu, Volkswagen Tiguan Allspace hadir sebagai mobil Volkswagen yang dirakit secara lokal (CKD) di pabrik Indomobil Group, Cikampek. Mengawali 2020 ini, PT Garuda Mataram Motor selaku agen pemegang merek Volkswagen di Indonesia menggelar sesi test drive Tiguan Allspace untuk sejumlah media nasional.

Untuk rute test drive ini dimulai dari diler Audi MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur menuju kawasan wisata Kawah Putih, di Kecamatan Ciwidey, Bandung Selatan. Jaraknya sendiri sekitar 176 km dengan rute tol Jakarta-Cikampek, tol Cipularang, dan ke arah Soreang, kemudian melewati jalan umum dengan karakter pegunungan.

Bagaimana impresi berkendara Tiguan Allspace di jalan tol? Soal tenaga, tidak ada yang perlu diragukan dari mesin Tiguan Allspace. Sebab kendati kapasitas silinder mesin hanya 1.4 liter, namun sudah dilengkapi turbo (Turbocharged Stratified Injection). Alhasil mesin ini sanggup mengeluarkan tenaga maksimum 150 dk dan torsi 250 Nm. Sebagai penerus daya dari mesin ke roda depan, digunakan sistem transmisi otomatis 6-speed kopling ganda (DSG) plus triptonic.

Saat digeber di sepanjang ruas tol Jakarta-Cikampek dan Soreang, mobil ini cukup asyik dikendarai. Terlebih sudah memiliki 5 pilihan mode berkendara, normal, comfortable, sporty, individual, dan eco style. Dari kelima mode berkendara itu, mode sporty paling terasa signifikan perbedaannya.

Ketika kami mencoba mode sport, akselerasi pun langsung meningkat, dan putaran rpm ‘tidak malu-malu’ lagi. Seiring performa mesin yang meningkat, bobot setir pun menjadi berat, sehingga memberi rasa aman saat kecepatan tinggi.

Oh iya, karena Tiguan Allspace menggunakan mesin turbo, gejala turbo lag tetap ada. Saat pedal gas di-kick down, terasa ada jeda sebentar sampai tenaga benar-benar keluar seluruhnya.

Bagaimana dengan gejala body roll-nya? Tiguan Allspace menggunakan platform sasis MQB (modular transverse matrix). Ketika digunakan bermanuver di kecepatan tinggi, gejala limbung sangat minim, bahkan hampir tidak terasa. Tak hanya itu bantingan suspensi pun cukup firm (kaku), efeknya kendaraan jadi lebih stabil.

Setelah asyik menggeber Tiguan Allspace di jalan bebas hambatan, pengetesan dilanjutkan di jalan umum. Secara dimensi, Tiguan Allspace punya panjang 4.486 mm, lebar 1.839 mm, dan tinggi 1.632 dengan jarak sumbu roda 2.681 mm. Meski dimensi lebih besar dari pendahulunya, bobot Tiguan Allspace terpangkas 50 kg dibandingkan model sebelumnya.

Dengan dimensi sebesar itu, mobil ini masih cukup oke dikendarai di tengah kepadatan lalu lintas. Soal visibilitas pun tidak terganggu, kendati Tiguan Allspace cukup panjang dan lebar.

Saat digunakan berkendara di dataran tinggi Ciwidey, tenaga Tiguan Allspace sudah cukup untuk melibas tanjakan dan jalanan berkelok. Di samping itu, feed back setir pun cukup cepat dan akurat saat digunakan bermanuver cepat dan tiba-tiba.

Tak hanya melewati jalanan mulus, kami pun sesekali mencoba jalanan tidak rata dan berkerikil. Di kondisi jalan seperti itu bantingan suspensi Tiguan Allspace terasa cukup keras. Namun jika muatan orang dan barang di dalam kabin cukup banyak, bantingan suspensi yang keras itu barangkali tidak masalah.

Untuk konsumsi bahan bakarnya, setelah menempuh jarak kurang lebih 176 km, Tiguan Allspace mencatat konsumsi bahan bakar rata-rata 11,1 km/liter. Bahan bakarnya sendiri adalah Pertamax Turbo.

Bicara soal safety, mobil ini memiliki fitur keamanan cukup lengkap. Tiguan Allspace dilengkapi lampu LED daytime running lights (DRL), dengan fitur dynamic cornering lights (DCL). Fitur DCL membantu pengemudi mendapatkan hingga 90% pencahayaan yang lebih baik berkat sudut sorot lampu yang dapat berputar mengikuti arah setir.

Beberapa fitur lain yang detikcom coba antara lain kamera 360° ‘Area View’, Electronic Parking Brake dengan Autohold, dan Park Assist System. Untuk fitur yang disebut terakhir cukup berguna membantu pengemudi yang belum mahir memarkir mobil. Namun fitur Park Assist System ini tidak sepenuhnya dikendalikan oleh sistem komputer. Fitur Park Assist System masih membutuhkan pengoperasian gas, rem, dan transmisi secara mandiri. Selain itu pengemudi juga wajib menggunakan sabuk pengaman.

Sementara untuk fitur hiburan, Tiguan Allspace dilengkapi panel layar sentuh 8,0 inci yang mendukung fitur Android Auto dan Apple CarPlay. Penumpang dalam kabin pun tidak merasa bosan, karena bisa memanfaatkan fitur Apple CarPlay untuk sekadar memutar musik melalui aplikasi Spotify. Namun untuk fitur Android Auto, memang cukup sulit dioperasikan, Sebab tidak semua perangkat smartphone mendukung layanan ini. -detikoto

About the Author

× How can I help you?