Belum banyak orang yang menyadari bahwa warna mobil memengaruhi perawatan mobil. Pemilihan warna berakibat pada perbedaan kondisi yang dihadapi. karena itu diperlukan kecermatan untuk merawat mobil dengan warna yang berbeda. berikut ini tips merawat mobil untuk mobil bercat hitam dan putih.

Mobil Hitam

Agar lebih jelas dan mudah diaplikasikan sendiri di rumah, yuk ikuti petunjuk bagaimana merawat cat hitam agar senantiasa terjaga mulai dari proses mencuci dengan baik hingga penyimpanan mobil, berikut ini.

1. Hindari jamur berkembang cepat. Jamur terjadi ketika ada air di permukaan mobil yang menguap karena panas sinar matahari. Maka, lakukan pencucian mobil saat pagi atau sore hari. Selesai membilas, lakukan pengelapan dengan segera.

2. Hindari baret halus dan swirl (sarang laba-laba). Lakukan proses menyeka/mengelap dengan gerakan searah. Gunakan lap khusus berbahan dasar microfiber yang dapat membuat kotoran terperangkap dan mudah dibuang.

3. Proses detailing dan paint protection. Bertujuan agar lapisan pernis dapat terjaga ketebalannya dan dapat menghilangkan baret serta swirl. Karena lapisan pernis yang tipis pada warna hitam akan membuatnya lebih cepat terlihat kusam. Idealnya detailing dilakukan minimal setahun sekali.

4. Hindari gunakan sabun berbahan deterjen untuk mencuci mobil. Sifat kimiawi deterjen dalam jangka waktu lama dapat membuat lapisan cat menjadi lebih cepat kusam. Disarankan untuk menggunakan shampoo dan sabun berbahan dasar air yang kini banyak tersedia di pasaran.

5. Saat membersihkan mobil dengan menggunakan kemoceng, hindari cara dengan ditekan, melainkan cukup dengan diseka saja. Penekanan pada kemoceng dapat menimbulkan baret dan swirl karena kotoran yang terperangkap dalam kemoceng.

6. Pastikan mobil dalam keadaan bersih sebelum menyimpannya dengan menggunakan sarung mobil, karena debu akan mudah tertimbun dalam waktu cepat. Pilih sarung mobil dari bahan yang halus agar tak menggores lapisan cat.

Mobil Putih

VW Beetle Candy White

Beberapa tahun ke belakang ini, tren mobil warna putih sedang berkembang pesat. Konsumen tak lagi ‘takut’ memilikinya lantaran perawatan ekterior yang dulu diangap sulit tidak sepenuhnya benar.
Komunitas pemilik dan pencinta berbagai merek dan model mobil khusus warna putih di Jakarta yang dinamai White Car Community (WCC) memiliki tips khusus merawat mobilnya.

Perawatan untuk mobil putih tergantung apakah mobilnya masih baru atau sudah lama. Untuk mobil baru lebih mudah, cat tidak perlu di-restore dulu (dibikin seperti kondisi semula).

Kalau mobil baru, biasanya para members WCC menerapkan metode dua ember. Satu ember berisi sabun dan satunya lagi air untuk membasuh. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah, biasanya orang pakai satu ember. Nyuci dan bilas pakai air yang sama, itu bisa membuat cat baret halus.

Cat putih berpotensi munculnya baret halus yang bikin cepat kusam. Namun, mobil buatan 2005 ke atas, jika perawatannya benar bisa sampai 5 tahun tetap kelihatan kinclong.

Selain itu, saat mencuci disarankan pakai wash mitt (lap khusus seperti rambut gimbal) untuk mengurangi serpihan kotoran. Jika pakai spons biasa, butiran seperti pasir kadang masih tersimpan di dalam spons.

Untuk sabun, pakai yang PH balance-nya netral. Kalau mobil yang sudah di-wax, gunakan sabun yang plus wax, banyak merek ternama yang memproduksinya.

Setelah dicuci, masih ada proses pengeringan yang juga perlu dapat perhatian. Anggota WCC tak menggunakan lap chamois, tetapi memanfaatkan bahan microfiber. Fungsinya sama seperti lap wash mitt, mengurangi potensi baret.

Tak ada metode khusus dalam merawat mobil warna putih. Hanya saja, setelah dicuci air terkadang masih mengendap di sisi kaca spion atau juga pad aksen silver atau krom. Air ini bisa menetes saat mobil dijalankan. Apabila terkena debu jadi seperti membentuk jalur air. Karena itu sebaiknya dipastikan tidak ada air yang tersisa.